Kahijinews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas gempa susulan di Sulawesi Tengah masih terus berlangsung hingga hari ketiga setelah gempa utama terjadi. Berdasarkan hasil pemantauan, tercatat sebanyak 782 kali gempa susulan hingga periode tersebut.
Kepala BMKG menyampaikan bahwa frekuensi gempa susulan yang tinggi merupakan bagian dari proses pelepasan energi setelah gempa utama. Meski intensitasnya cenderung menurun, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya guncangan lanjutan.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik melalui jaringan peralatan yang beroperasi di wilayah terdampak. Informasi terbaru mengenai gempa bumi disampaikan secara berkala agar masyarakat memperoleh data yang akurat dan dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.
Pemerintah bersama instansi terkait juga terus melakukan penanganan pascabencana, termasuk pendataan dampak, pelayanan kepada warga terdampak, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Di sisi lain, warga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti perkembangan dari sumber resmi.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi gempa susulan yang dirasakan cukup kuat.

