Kahijinews – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan pihaknya tidak akan ragu menghentikan operasional dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang gagal memenuhi standar yang telah ditetapkan. Langkah tegas itu akan diambil apabila pengelola tidak melakukan perbaikan meski telah diberikan kesempatan untuk berbenah.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak ke pelaksanaan Program MBG di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pengawasan langsung guna memastikan seluruh proses penyelenggaraan program berjalan sesuai ketentuan.
Menurut Sudaryono, evaluasi tidak hanya berfokus pada kondisi dapur, tetapi juga mencakup kualitas menu, cara penyajian makanan, hingga tingkat penerimaan siswa terhadap hidangan yang disediakan. Masukan dari sekolah, penyedia layanan, maupun masyarakat juga menjadi bahan penting dalam penyempurnaan program.
Selain meningkatkan pengawasan, BGN juga akan memperkuat edukasi gizi di lingkungan sekolah. Materi yang diberikan meliputi pentingnya mencuci tangan sebelum makan, mengenal kandungan gizi dalam makanan, serta membiasakan anak mengonsumsi sayuran sejak usia dini.
Sudaryono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar menyediakan makanan tanpa biaya, melainkan membangun pola makan sehat bagi anak-anak Indonesia. Ia menyebutkan, saat ini sekitar 27 ribu dapur MBG telah beroperasi di berbagai daerah dan mayoritas telah menjalankan tugasnya dengan baik. Pengawasan akan terus diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan agar kualitas layanan tetap terjaga.
Sementara itu, pihak SDN Bantarjati 9 menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Sekolah menilai MBG telah memberikan dampak positif terhadap kebiasaan makan siswa, termasuk meningkatkan minat mereka untuk sarapan dan mengonsumsi sayuran.

