Kahijinews – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa segala bentuk aksi premanisme yang mengganggu dunia usaha tidak boleh dibiarkan. Menurutnya, praktik intimidasi maupun tekanan terhadap investor berpotensi menghambat pertumbuhan investasi yang dibutuhkan untuk mendorong perekonomian daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kawasan industri alat berat milik perusahaan LiuGong di Kabupaten Karawang. Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses investasi, mulai dari perizinan hingga operasional industri, berjalan dengan aman dan kondusif.
Dedi menekankan bahwa pemerintah daerah bersama aparat TNI dan Polri harus memberikan kepastian hukum bagi para investor. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan proyek investasi untuk kepentingan pribadi atau kelompok melalui cara-cara yang mengandung unsur pemaksaan maupun intimidasi.
Menurutnya, jika praktik seperti itu terus dibiarkan, iklim investasi akan terganggu dan pada akhirnya berdampak pada terbatasnya peluang kerja bagi masyarakat. Karena itu, menjaga keamanan dan kenyamanan dunia usaha menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Selain memperkuat aspek keamanan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus mendukung masuknya investasi melalui pembangunan infrastruktur. Salah satu upaya yang tengah dilakukan ialah penanganan kemacetan di kawasan Gerbang Tol Karawang Barat, termasuk pembangunan jembatan baru dan penataan kawasan industri agar aktivitas logistik menjadi lebih lancar.
Dedi berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan iklim investasi yang sehat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di Jawa Barat.

