Kahijinews – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penilaian positif terhadap berbagai program konservasi yang dijalankan PT Astra Agro Lestari. Upaya tersebut dinilai berkontribusi dalam mendukung target pelestarian keanekaragaman hayati atau biodiversitas di Indonesia.
Penilaian itu disampaikan setelah tim BRIN melakukan kunjungan ke area operasional Astra Agro di Kalimantan Tengah pada 4–5 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kajian mengenai peran sektor swasta dalam mendukung pencapaian target biodiversitas nasional maupun global, termasuk implementasi Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) dan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.
Menurut BRIN, berbagai langkah yang diterapkan perusahaan, seperti perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi, pemantauan keanekaragaman hayati, hingga rehabilitasi ekosistem, menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, kolaborasi antara lembaga riset dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkaya data ilmiah serta mendukung penyusunan kebijakan berbasis sains.
Sementara itu, Astra Agro menyatakan kunjungan BRIN menjadi kesempatan untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik operasional yang berkelanjutan. Perusahaan juga membuka ruang kolaborasi dan masukan guna memperkuat upaya perlindungan biodiversitas di wilayah operasionalnya.
Sepanjang 2025, Astra Agro mencatat telah melakukan pemantauan terhadap 1.579 spesies flora dan 755 spesies fauna. Perseroan juga merehabilitasi area seluas 193,09 hektare melalui penanaman sebanyak 49.390 pohon sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

