Kahijinews – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melalui program HIPMI Peduli yang turun langsung membantu warga terdampak bencana di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua HIPMI KBB, Fachri Haikal bersama jajaran, Tim HIPMI Peduli KBB, BPD HIPMI Jabar, Wakil Rektor USTB Borromeus, serta HIPMI PT Borromeus menyalurkan bantuan sembako sekaligus membuka layanan kesehatan gratis selama tujuh hari penuh bagi masyarakat yang terdampak longsor.
Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan bahan pangan lainnya. Distribusi dilakukan melalui posko bantuan yang didirikan langsung di lokasi terdampak.
Ketua HIPMI Kabupaten Bandung Barat, Fachri Haikal, menyampaikan bahwa kehadiran HIPMI bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk komitmen nyata pengusaha muda untuk hadir di tengah masyarakat saat kondisi sulit.
“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak benar-benar merasakan dukungan, bukan hanya secara moral tetapi juga secara langsung melalui bantuan logistik dan layanan kesehatan,” ujar Fachri.
Tak hanya bantuan sembako, HIPMI juga bekerja sama dengan tenaga medis dari USTB Borromeus untuk membuka layanan kesehatan gratis selama satu pekan.
“Kolaborasi antara HIPMI Kabupaten Bandung Barat, BPD HIPMI Jawa Barat, dan USTB Borromeus menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam membantu pemulihan masyarakat,” ungkap Fachri.
Langkah ini dinilai penting mengingat pascabencana, risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, hingga penyakit kulit cenderung meningkat, terutama di lokasi pengungsian. Tim medis juga melakukan edukasi kesehatan sederhana kepada warga terkait pola hidup bersih dan sehat selama masa tanggap darurat.
Warga Pasirlangu menyambut baik kehadiran HIPMI Kabupaten Bandung Barat dan tim medis USTB Borromeus. Bantuan sembako dinilai sangat membantu di tengah keterbatasan aktivitas ekonomi akibat bencana. Sementara layanan kesehatan gratis memberi rasa aman bagi warga yang masih bertahan di sekitar lokasi terdampak.
Seperti diketahui, bencana longsor di wilayah lereng perbukitan sekitar Pasirlangu dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari berturut-turut. Kondisi geografis yang berada di kawasan pegunungan membuat daerah ini rawan pergerakan tanah.
HIPMI menegaskan bahwa kegiatan ini bukan aksi satu kali. Organisasi pengusaha muda tersebut membuka peluang kolaborasi lanjutan untuk membantu pemulihan ekonomi warga, termasuk dukungan terhadap pelaku UMKM terdampak.
Fachri Haikal berharap sinergi antara organisasi pengusaha, tenaga medis, dan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan sosial maupun ekonomi.
“Solidaritas adalah kunci. Ketika semua elemen bergerak bersama, pemulihan akan jauh lebih cepat,” pungkasnya.

