Oplus_131072
Kahijinews – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari racikan petasan terjadi di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Insiden tersebut menewaskan seorang remaja berusia 15 tahun dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka bakar serius.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB disalah satu rumah warga, Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman.
Pamapta I Polres Ponorogo, Ipda John Anderson Batara Aryasena mengatakan ledakan berasal dari bahan peledak jenis serbuk petasan yang diracik di dalam rumah tersebut.
“Pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2026 pukul 17.15 WIB telah terjadi ledakan yang berasal dari bahan peledak jenis serbuk petasan yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan sebagian rumah,” ujar Ipda John.
Korban meninggal dunia berinisial R (15), pelajar kelas 3 SMP, warga setempat. Yang bertugas sebagai perakit petasan. Selain itu, AH sebelumnya inisial (T) (20), warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo mengalami luka bakar hingga 26 persen. Sementara HN (23), warga Desa Plosojenar, mengalami luka bakar sekitar 16 persen.
Menurut keterangan saksi, ledakan terdengar sangat keras dan disertai kepulan asap putih tebal dari dalam rumah. Saat warga mendatangi lokasi, kondisi bangunan sudah rusak parah.
“Saksi mendengar suara ledakan dari rumah tersebut dan melihat kondisi rumah sudah rusak serta muncul asap putih tebal,” jelasnya.
Korban AH langsung dilarikan ke RS Bantarangin untuk mendapat perawatan. Sedangkan korban R sempat ditemukan dalam kondisi kritis di pangkuan ibunya sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan luar terhadap korban meninggal menunjukkan luka berat di sekujur tubuh. Di antaranya telapak tangan kiri hancur, patah tulang di beberapa bagian tubuh, luka bakar hampir menyeluruh, hingga organ dalam yang terburai akibat ledakan.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti sodium benzoat, belerang kasar dan halus, selongsong petasan, kawat, korek gas, timbangan digital, balon udara setengah jadi, hingga dua botol minuman keras jenis arak jowo.
Ipda John menegaskan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis menyimpulkan ledakan murni akibat petasan.
“Hasil olah TKP Unit Ident Polres Ponorogo dan pemeriksaan luar tim medis menyatakan kejadian tersebut murni akibat ledakan petasan,” tegasnya.
Ia juga menyebut berdasarkan keterangan warga, aktivitas meracik petasan dan membuat balon udara yang dilakukan korban selama ini sudah cukup meresahkan lingkungan sekitar.
“Di dalam TKP juga ditemukan dua botol minuman keras jenis arak jowo yang diduga korban meracik petasan dalam keadaan mabuk,” pungkasnya.
Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka bakar serius, dan rumah mengalami kerusakan sekitar 50 persen. Polisi telah melakukan olah TKP, mengamankan lokasi, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan identifikasi terhadap para korban.
Sebelumnya, ledakan keras mengguncang sebuah rumah warga di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Minggu (16/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Ledakan bahkan terdengar hingga radius ratusan meter.
(detik.com)

