Kahijinews – Perhatian dan bantuan terus mengalir kepada Sudrajat, pedagang es gabus yang sebelumnya menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak, mulai dari Dedi Mulyadi, Pemerintah Kabupaten Bogor, hingga Kepolisian Republik Indonesia, turut memberikan dukungan.
Pantauan di lokasi, bantuan tersebut terlihat saat sejumlah perwakilan pemerintah mendatangi kediaman Sudrajat di sebuah gang di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Selasa (27/1/26).
Bantuan awal datang dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Melalui perangkat wilayah dan dinas terkait, Pemkab Bogor menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok untuk meringankan beban keluarga Sudrajat.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Sekretaris Kecamatan Rawa Panjang, Elfi Nila Hartanti, Kepala Desa setempat Mohammad Agus, serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Ferianto. Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga menyampaikan komitmen untuk membantu pendidikan anak-anak Sudrajat.
Berdasarkan pendataan awal, terdapat perbedaan keterangan terkait jumlah anak dan status pendidikan mereka, yang saat ini tengah diverifikasi. Elfi menjelaskan bahwa dari data sementara, satu anak Sudrajat masih bersekolah, sementara tiga lainnya tidak lagi mengenyam pendidikan formal.
“Kami akan membantu agar anak-anak bisa kembali mengenyam pendidikan, sesuai dengan arahan dan perintah presiden,” ujar Elfi.
Ia menambahkan, kasus ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih aktif memantau kondisi sosial masyarakat di wilayahnya.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk lebih memperhatikan warga sekitar, khususnya terkait akses pendidikan,” lanjutnya.
Dukungan juga datang dari kepolisian. Informasi yang diterima, Polres Bogor berencana memberikan bantuan berupa gerobak usaha agar Sudrajat dapat kembali berjualan dan memiliki sarana usaha yang lebih layak.
Selain itu, aparat kepolisian dan TNI juga telah mengganti kerugian atas es gabus milik Sudrajat yang sebelumnya digunakan untuk kepentingan pengujian laboratorium.
Tak hanya dari tingkat daerah, perhatian juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sudrajat menerima komunikasi dari perwakilan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang secara langsung mengundangnya untuk bertemu.
“Tadi ada utusan Pak Gubernur yang menelepon dan mengajak bertemu langsung dengan Pak Dedi,” ungkap salah satu pihak keluarga Sudrajat.
Pertemuan tersebut direncanakan dapat berlangsung pada hari yang sama atau dijadwalkan ulang pada Rabu (28/1), menyesuaikan kesiapan Sudrajat.
Berbagai bentuk bantuan yang diterima ini diharapkan dapat membantu Sudrajat dan keluarganya bangkit kembali, sekaligus menjadi langkah awal pemulihan pasca-peristiwa yang sempat mengguncang kehidupan pedagang kecil tersebut.

