kahijisport

Usai Swab Test, KONI Jabar Gaet FPOK UPI Untuk Tes Fisik Atlet

Bandung- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat menggaet Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk melaksanakan tes fisik kepada atlet Pelatda yang disiapkan untuk PON XX/2021 di Papua.
Untuk itu KONI Jabar dan FPOK UPI bersepakat melakukan penandatanganan kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA) di Gedung FPOK UPI Bandung, Rabu (18/11/2020) .
“KONI Jabar akan melaksanakan tes fisik untuk atlet Pelatda besok. Untuk pelaksanaanya akan ditangani para ahli dari FPOK UPI, tempatnya pun di laboratorium sport science FPOK UPI. Karena kemarin kita sudah melakukan penandatanganan MoA,” kata Wakil Ketua II KONI Jabar, Yunyun Yudiana, di Gedung KONI Jabar, Jl. Pajajaran Bandung, Kamis (19/11/2020).
Tes fisik sendiri akan berlangsung selama sepekan dari 20 – 27 November 2020. Yunyun menyebutkan setiap harinya tes fisik akan dibagi dalam dua sesi yaitu pagi dan siang. Itu pun tidak lebih dari 100 atlet per-hari.
“Semua ada 835 atlet. Pada pelaksanaanya tetap mematuhi protokol kesehatan. Setiap harinya nanti ada sekitar 10 cabor dan itu dibagi dua sesi, pagi dan siang. Karena kami paham dengan kondisi pandemi covid-19 yang saat ini mulai meningkat lagi. Itu sangat kami perhatikan. KONI Jabar juga sebelum ini kan melakukan swab test untuk memastikan para atlet itu clear dari covid-19,” tegas Yunyun.
Ia berharap para teknokrat olahraga dari FPOK UPI bisa masuk sebagai tim monitoring pelaksanaan latihan atlet Pelatda Jabar. Karena Yunyun mengaku, saat menghadapi PON XIX/2016 lalu, hal tersebut membuahkan hasil maksimal.
“Rencana kita tidak sebatas menjadi penguji, tapi para ahli dari FPOK UPI ini terlibat sebagai tim monitoring latihan atlet. Ini agar pemantauan pelaksanaan latihan atlet lebih terkontrol jika ada pendampingan dari ahli,” katanya.
Dengan adanya tes fisik ini, menurutnya, pemetaan kondisi fisik atlet akan terpantau lebih komprehensif dan lebih valid. Pihaknya bisa mengetahui progres latihan para atlet selama pandemi covid-19.
“Nah nanti hasilnya selain akan kita berikan kepada setiap cabor, kita juga memberikan rekomendasi atlet yang satu harus seperti apa atlet yang lainnya seperti apa. Terutama ketika kondisi fisiknya ternyata kurang. Itu kita berikan kewenangan penyelesainnya kepada cabor, program apa yang akan diberikan kepada atlet tersebut,” jelasnya. *** (P93)

Kolom Komentar Facebook
To Top