Kahiji Story

Sebuah Arti

“Dik tolong ambilkan ibu jarum di toples deket kamar ibu”,,,,,,,,”lagi asik main game bu,,iyah bentar,,,sembari mengoceh dalam hati”,,setelah game berakhir aku langsung mengambil jarum yang ada di dekat kamar ibu,,tapi ketika ingin ku ambil jarum itu sudah di ambil oleh ibu,daripada aku diam dan di suruh oleh ibu aku pergi keluar untuk bermain bersama teman,,”bu Dika main dulu” ketika aku sedang asik berkumpul dengan teman teman,ibu datang menghampiriku dan berkata “Dik pulang dulu yuk kita makan siang dulu” dalam hati kecilku aku malu di perlakukan seprti anak sd oleh ibu sedangkan umurku sudah 16 tahun,,betapa malunya aku di hadapan teman-teman yang sedang berkumpul,”ibuuuuuuuuuuu ngapain kesini?? Aku sedang ngumpul,,,emang ibu gk punya telepon apa??” itulah ujarku ke pada ibuku.,lantas ibu kembali pulang ke rumah dan aku melanjutkan kumpul bersama teman-teman,,Firda temanku berkata”Andika kamu jahat sekali dengan ibumu”,,,,heheheh udah biasa,,siapa coba yang tidak kesal ketika ada orang yang kerjaanya ngikuuuttiinnnn terus kalian juga pasti kesel kann,,,udah udah lanjut lagi permainanya,,tak terasa hari makin gelap akhirnya kami pulang ke rumah masing masing,inilah hal yang paling membosankan dalam hidupku kembali pulang ke rumah dan bertemu ibu,,entah kenapa perasaan kesal terhadap ibu terus ada hingga saat ini,perasaan kesal ini berawal dari adik kecilku yang bernama Faisal,Faisal meninggal karena ulah ibu yang lengah ketika berjalan bersama adik kecilku yang berusia empat tahun,ketika kejadian itu aku berada di belakang bersama ayah,,ibu lengah dan faisal akhirnya tertabrak oleh sepeda motor         benci,kesal,marah semua tercampur aduk menjadi satu,aku tak tau mau baggaimana caranya menyayangi ibu lagi,bahkan sampai ayahpun meninggalkan ibu bukan hanya itu nama keluargapun tercoreng,”betapa malunya aku sampai memiliki ibu seperti dia,betapa malunya aku ketika keluar dari perut wanita sepert dia dan betapa malunya aku ketika wanita seperti dia aku panggil dengan sebutan ibu”,ujar dalam hati kecilku,kadang aku berpikir mengapa tuhan menciptakan wanita seprti dia sebagai ibuku,yang telah menjadikanku kehilangan adik dan ayahku.intinya AKU BENCI IBU

Hari demi hari,minggu demi minggu,bulan demi bulan aku lewati bersama rasa kesal terhadap ibu,suatu hari teman-teman kelas mengajak untuk berlibur di musim panas akupun ikut dengan mereka rencana berlibur yang pertama yaitu hiking ke gunung bromo,acara libur ke dua yaitu ke pantai pangandaran,dan acara berlibur yang ke tiga ke raja ampat,,kita sepakat untuk berlibur dengan acara yang pertama yaitu hiking ke gunug bromo,,kita menentukan tanggal 20 desember untuk memulai start berarti tinggal 10 hari untuk bersiap menyediakan peralatan hiking,setelah perkumpulan aku bergegas untuk mengmpulkan alat-alat yamg akan di siapkan untuk berangkat nanti,ketika aku sedang memasukan pakaian ke ranselku ibu dating menghampiriku,”Dik kamu mau kemana kok pakaiannya di masukin ke tas,,,??”,”udah deh ibu gk usah ikut campur masalah anak muda ough iya bu aku minta uang bekal buat main nanti,,ibu gk usah mau tau aku main kmna” ibupun memberi bekal dan berkata “hati-hati ya dik”dan ibu kembali ke kamarnya,hari semakin dekat,makin tak sabar menunggu hari keberangkatan,tak terasa hari semakin cepat berlalu waktu keberangkatan akhirnya tiba,kami memulai start jam lima pagi dari bandung menuju ke jawa timur,,karena banyak hambatan yang ada di jalan kami tiba di probolinggo jam 12 malam,setibanya di probolinggo kami bergegas untuk istirahat sejenak dan mulai pendakian jam 5 pagi,,alarm berbunyi kami semua bergegas untuk bersiap-siap,setelah semua persiapan matang,,sembari melihat ke ujung gunung Bromo kami ber enam membuat harapannya masing-masing di mulai dari Agus “aku akan menjadi menteri luar negeri kelak”,kemudian Firda “aku akan menjadi jurnalistik di masa depan nanti”,kemudian Rifki “aku akan menjadi orang yang selalu bersatu dengan alam”,widihh harapan yang keren ujarku,setelah Rifki kemudian Amelia”aku akan membahagiakan membahagiakan ibuku”,hati kecil berkata “alahhhhhhh si amel malah gitu harapan nya wkwkw,jadi inget lagi deh,padahal gua udh lupa sama ibu”, dan aku berharap menjadi pengacara nanti,karena kita memburu sunset kita sampai jam lima sore,,sembari duduk kami melihat indahnya matahari terbenam,di balik indahnya sunset gunung-gunung di sekitar ikut mewarnai indahnya pemandangan,tak terasa matahari pun tenggelam peristiwa yang terjadi di ujung gunung bromo ini tak akan pernah terlupakan sepanjang masa,hari makin gelap kami memutuskan untuk membuat api dan membuat mie instan untuk di makan bersama-sama,pada saat itu kebersamaan sangat terasa bagiku,setelah perut terisi kami menyanyikan beberapa lagu Rifki yang bermain gitar dan kita yang bernyanyi,”kita nyanyi lagu iwan fals aja yang judulnya ibu,soalnya gua lagi kangen ni sama ibu” ujar Amelia,yang lain sepakat untuk menyanyikan lagu itu,,teman-teman bertanya padaku,di mulai dari Firda “dik lu knpa ngelamun gitu pasti kangen ibu lu ya” yang lainpun menanyakan perihal yang sama “enggak ko gua agak cape aja” lagu ibupun di nyanyikan dengan keterpaksaan akupun ikut bernyayi,hari semakin larut,kita memutuskan untuk tidur dan bangun jam lima pagi untuk melihat matahari terbit.

“woy bangun-bangun udah jam setengah enam ni,ayo kita liat sunrise”,kamipun segera bergegas bangun dari tidur dan tak lama kemudian pemandangan yang sangat indah dating pada kami,seakan mentari menyambut kedatangan kami panorama yang tiada dua,keindahan yang tidak memiliki nilai nominal ini sangat memanjakan mata kami,setelah kami di manjaka oleh sunrise kami bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang,di perjalanan tak sengaja aku melihat awan yang berbentuk seperti ibu,baru kali ini aku merasa tak enak hati “ahh cuman perasaan doank” dan ketikat sudah sampai di kaki gunung aku melihat ada monyet yang sedang memberi anaknya makan,aku jadi teringat msakan ibu walaupun tidak enak,walaupun aku sangat membencinya,aku merasa rindu padanya,ayolah kita percepat prjanannya,”ujarku”,dan seketika sampai di mobil,terkejut kami ketika Agus berkali-kali menyalakan mobil dan hasilnya tidak pernah berhasil “kayaknya kita bakal bermalam dsini nihh,,” ujar agus,gk bisa gitu,,masa kita bermalam dsini lagi,usahain kita pulanglah,agus terus berusaha menyalakan mobil alhasil mobilpun menyala betapa senangnya kita,,ketika di perjalanan aku terus mengingat ibu,aku baru sadar bahwa diriku sangat egois terhadap ibu,betapa bodohnya aku yang tidak menemani ibu kala sedih,aku ingin cepat pulang gus,mungkin berkat awan dan monyet yang aku lihat tadi,aku menjadi sadar betapa berharganya seorang ibu,entah kenapa aku sangat khawatir sekali dengan orang yang bahkan aku benci,sikapku pada ibu sangat keterlaluan,tapi ibu selalu menganggap aku anak kesayangannya di hadapan orang-orang,malah aku yang tidak sama sekali menganggap dia sebagai orang tuaku,betapa hinannya aku ketika orang yang telah melahirkanku aku sebut sebagai penganggu,betapa hinanya aku ketika ibu menyuruhku aku malah asik main game,,”gus ayo cepet kita pulang,aku kangenn sama ibuu gus ayo cepat”,,jarak tinggal tujuh km lagi untuk sampai ke rumah,,ketika sudah memasuki gang rumah kami melihat bendera kuning,,rasa khawatir,rasa takut,menyelimuti diri ini apakah firasatku benar terjadii,,”ya allah tolong jaga ibuku” sesampai di rumah,rumah sudah di penuhi banyak orang dan datanglah seorang tetangga dan berkata “dik yang sabar ya,,ibumu ibu yang sangat baik” tidak!!1 jangan bercanda kek,,tidak mungkin,,aku sama sekali belum meminta maaf kepada ibuku,bahkan hari-hari ibuku di penuhi dengan sendirian,,apa gunanya aku sebagai anak aku anak yang durhakaa,,ibuuuuuuu!!!!!! Maafkan aku ibuuuu aku menyesall,,,aku tidak bisa membuat ibu tertawa,aku hanya anak yang tidak bisa di andalkan,ibuu kenapa cepat kau tinggalkan aku,dika belum sempet minta maaf ke ibu,yang bisa aku lakukan hanyalah menyesali kejadian yang lalu dan terus menangis,,setelah ibu di makamkan,aku tinggal bersama bibiku,,yang bisa aku lakukan hanya berdoa,,hari demi hari aku lewati tanpa sosok seorang ibu,januari pun dating dmna hari kelahiran orang istimewa yang tak pernah aku anggap,aku merindukanmu ibu maafkan aku ibu,,selamat ulang tahun ibu,,aku pun masuk ke kamar ibu dan melihat jarum yang ibu simpen di toples atas meja,teringat ketika dulu ibu menyuruhku untuk mengambilkan jarum dan aku malah asik main game,kemudian aku buka lemari ibu,baju-baju ibu sangat harum,,aku sangat merindukanmu ibuu,,,di sebuah baju ibu aku lihat ada gumpalan di dalamnya,dan aku langsung memeriksanya,,ternyata gumpalan itu berisi kertas dengan tulisan ibu yaitu “ dika walaupun kamu benci sama ibu,ibu akan terus sayang sama kamu dik,ketika kamu lahir kamu begitu lucu ketika ibu memelukmu waktu itu ibu sangat bahagia,kamu adalah anugrah yang tuhan berikan untuk ibu dan ayah,walaupun akhirnya ayah pergi dengan wanita lain,ibusangat menyesal ketika kejadian adikmu faisal,ibu teru memohon pada tuhan agar memaafkan ibu,,dan ibu harap kamu bisa maafin ibu ya dik,,ibu tau karena ibu kamu jadi malu,kamu pasti malu punya ibu yang seperti ini ya dik,ingin bagaimanapun sikap kamu ke ibu,ibu sangat bersyukur,bisa mempunyai keluarga yang ibu sayang terutama kamu dik sekali lagi maaf ibu gk bisa ngasih kamu yang terbaik dik I LOVE YOU” ibuuuuuuu,yang seharusnya minta maaf adalah aku bu,yang seharusnya bersalah adalah aku buu anak yang tidak tau diri ini maafkan aku ibuuu,,.

Bulan demi bulan aku lewati dan akupun mulai sadar ingin bagaimanapun ini sudah takdir,karena kejadian itu aku paham tentang arti ketulusan,tentang arti penyesalan,tentang arti kasih sayang,aku sadar pemandangan yang aku lihat kala itu tidaklah secantik ketika ibu tersenyum,aku sadar bahwa suara ibu lebih merdu di bandingkan suara burung-burung di atas gunung itu,aku sadar ketika ibu membangunkanku itu lebih berharga daripada aku melihat sunrise,pepatah itu benar arti kehilangan hanya bisa di rasakan ketika orang yang kita sayangi pergi meninggalkan dunia,semoga ibu selalu berada di sisimu ya rabb.

 

Karya : Muhammad Faturahman

Kolom Komentar Facebook
To Top