Kahiji Story

Gift

Alexa sedang berdiri si depan pintu menunggu seseorang yang berjanji akan datang ke pesta ulang tahun nya malam iini.

“alexa cepat masuk, semua sudah menunggu mu selama satu jam. Sebenarnya kau sedang menunggu siapa?” Tanya saudara nya yang bernama Sella

“tunggu bentar lagi, mungkin sepuluh menit lagi sahabat ku akan datang” jawab Alexa

“terserah kau saja, mungkin ka Daffa akan marah jika kau tidak cepat masuk. Bahkan mungkin akan menyeretmu kedalam. Kau tahu kan seberapa kejam nya ka Daffa?” jawab Sella

“yaya, aku tahu. Sudah sana kau pergi saja kedalam duluan”

Sudah dua jam setengah Alexa menunggu sahabat nya itu. Tetapi sahabat nya tidak juga datang. Alexa pun memutuskan untuk masuk dan tidak menunggu teman nya itu karena terlalu lama. Alexa tiba tiba tidak mood untuk melakukan acara ulang tahun nya. Karena sahabat nya ingkar janji padanya.

Skip

Acara ulang tahun Alexa pun berakhir. Alexa pun segera pergi ke kamarnya dengan suasana hati yang tidak enak. Itu semua karena ulah sahabatnya itu. Alexa pun membuka handphone nya untuk menenangkan sedikit pikiran nya itu, Alexa membuka aplikasi instakilo nya, Alexa me-scroll akun instakilo nya itu dan melihat status teman nya yang bernama Azril. Alexa kaget sekaligus marah saat melihat foto tersebut, kenapa? Karena di dalam foto itu ada sahabat nya yang sedang bermain ps bersama teman nya yang bernama Ano. Alexa pun marah dan berniat akan mendiamkan sahabat nya saat di sekolah besok.

Skip

Pagi ini Alexa terlambat datang ke sekolah nya karena dia semalam tidak bisa tidur karena terus menerus memikirkan sahabat nya itu. Dan sekarang Alexa sedang di hokum untuk membersihkan koridor hingga jam pelajaran pertama selesai.

“hufftt…. Ini semua salah dia. Kalau dia datang ke acaraku pasti aku tidak akan mendapatkan hukuman seperti ini” ucap Alexa menyalahkan sahabatnya tersebut. “ini melelahkan” keluh Alexa.

Tiba tiba ada seorang laki laki melewat dan menginjak lantai yang sudah Alexa pel. Alexa pun marah dan dia berteriak pada laki laki tersebut.

“WOY KALO ADA ORANG LAGI NGE PEL TUH HARGAIN!!! JANGAN ASAL NYE-“ ucapan Alexa terpotong karena Alexa mengetahui betul laki laki itu

“DIH!! Biasa aja kali” jawab laki laki tersebut.

TENONET…. TENONENOOT….

Terdengar suara bel, tandanya jam pelajaran pertama sudah selesai dan itu artinya tugas Alexa pun selesai. Alexa pun pergi meninggalkan laki laki tersebut tanpa menjawab sepatah kata pun padanya.

“WOY ALEXA!! TUNGGU” teriak laki laki tersebut. Dan Alexa kembali acuh tah acuh pada laki laki tersebut.

“apa kau marah padaku karena kemarin aku tak datang ke acara ulang tahun mu?” Tanya laki laki tersebut.

Dengan perkataan laki laki itu, Alexa menjadi marah dan semakin cuek padanya. Alexa bergumam…..

lancang sekali dia berkata seperti itu kepadaku, sudah tau malah nanya’ gumamnya

“diamlah Erick, aku sedang tidak mood” ucap Alexa lalu pergi duluan ke kelas nya.

“Alexa mari kita ke kelas bersama, aku takut jika ada sesuatu padamu” ucap Erick

“bawel” ucap Alexa. Alexa pun berlari ke kelas nya agar tidak bersama Erick.

Skip dikelas

“Alexa apakah kau capek? Jika iya, ambilah ini supaya badanmu segar” ucap Erick sambil memberikan sebotol pocar* swit. Tetapi Alexa terus mendiamkannya.

Karena kesal minumnya tidak segera di ambil, Erick pun menyimpannya di meja Alexa “huft.. tanganku pegal nih ga di ambil ambil minum nya, aku simpan saja ya, kalau mood mu sudah baik minumlah ini ya.” Ucap Erick sambil menampilkan senyumnya dan memamerkan behel nya, tetapi Alexa masih saja mendiamkannya karena masih sebal akibat kejadian kemarin.

KRIIINGG…. TENONET…. TENONENOT….

Suara bel sudah terdengar tanda guru akan masuk, Alexa kesal karena ini adalah pelajaran yang Alexa benci. Yaitu, MATEMATIKA!! Apalagi gurunya killer.

“Alexa jangan lupa di minum air nya!” ucap Erick, ketika ada guru yang masuk Erick langsung berlari ke tempat duduknya.

Guru matematika itu pun masuk. Guru itu bernama, bapak Devano. Pak Devano termasuk guru killer di sekolah ini.

“Selamat pagi anak anak” ucap pak Devano

“pagi pak” jawab semua anak

“ya, kumpulkan tugas minggu lalu”

Semua anak mengeluarkan tugasnya dan mengumpulkannya. Tetapi Alexa…..

‘laaahhhh….. pr? Emang ada pr? Abis nih kalo ga ngumpulin’

Temannya Zyzy datang menghampiri Alexa. “Lexa, mana tugasmu? Kau sudah mengerjakannya” ucap Zyzy.

“aku lupa jika ada pr hehe…” jawab Alexa

“apa? Kau tau jika kau tidak mengerjakannya kau akan dapat apa?”

“huffttt….. aku tau”

Lalu Alexa berdiri dan berjalan menghampiri bapak Devano si guru killer itu. “pak… maaf saya lupa mengerjakannya hehe….”

“APAA! LARI DI LAPANGAN 100 PUTARAN, JANGAN BERHENTI!!!” ucap pak Devano sambil nge gas, marah gays.

“b-b-b-baik pak” ucap Alexa lalu lari keluar kelas menuju lapangan untuk berlari 100 putaran, miris.

“haaahhhh….. semua ini salah Erick, pokonya salah Erick!!” gumam Alexa saat di lapang.

Ketika Alexa sudah berputar sebanyak 4 putaran, ada seseorang yang menghampiri Alexa. Yapzzz itu Erick.

“YAK! Kenapa kau kesini ewh….”

“aku kasian padamu wkwk, jadi aku berbohong pada pak Devano kalau aku belum mengerjakan tugasnya juga hehe…” jawab Erick dengan senyuman behel nya

“eoohhh, aku ga butuh kasian”

“kau kenapa sangat cuek kepadaku hari ini?”

“kepo”

Dari situ tak ada lagi percakapan antara Alexa dan Erick. Mereka sibuk dengan hukuman mereka.

Skip hukuman selesai

“Aisshh…. Kakiku sangat sakit” ucap Alexa. “hari ini aku benar benar sial! Itu semua karna Erick”

Alexa terus menyalahkan Erick hari ini. Lexa semakin badmood ketika Erick datang.

“LEXAAAAA….. aku membawakan camilan untukmu, makan nih” Erick memberikan sekantung makanan untuk Alexa, tetapi Alexa menolaknya. Alexa tetap teguh pada pendiriannya.

“yasudah kalau tidak mau, kalau kau sakit jangan salahkan aku.” Ucap Erick lalu meninggalkan Lexa.

‘kenapa dia tidak meminta maaf? Kenapa sampai sekarang dia tak mengucapkan kalimat selamat ulang tahun? Kenapa dia terus bertingkah seolah-olah tidak ada yang salah? Apa dia benar-benar lupa?’ gumam Alexa “Dasar menyebalkan!’

 

 

Begitu bel pulang berbunyi, kau segera merapikan semua barangmu dan pergi meninggalkan gedung sekolah dengan langkah yang lambat. Sesekali kakimu berdenyut hingga merasakan rasa sakit di sana.

“Alexa!”

Lexa menghiraukan panggilan itu

“kenapa kau meninggalkanku?”

Alexa tetap berjalan tanpe mendengar ucapan Erick. Tau dirinya di abaikan, Erick memilih untuk diam. Tapi dia tetap mengekori Alexa dari belakang.

Denyutan kaku Lexa semakin terasa. Mungkin itu akibat lari 100 putaran tanpa melakukan pemanasan.

“Ahk!” langkah Alexa terhuyung ke belakang. Lexa hamper saja terjatuh jika taka da Erick di belakang nya.

“apa kau baik baik saja?” Tanya Erick dengan nada yang cemas.

Alexa sedikit mendorong tubuh Erick untuk menjauhinya. Lexa merapikan bajunya dan berdiri. Di situ, Alexa dapat merasakan rasa sakit yang berada tepat di pergelangan kaki Alexa.

“mau aku bantu?” tawar Erick

“ cihh…. Ga usah” jawab Alexa

Langkah Aelxa semakin jauh semakin lambat. Dia bahkan menyeret kaki kanannya yang sakit. Erick yang sangat khawatir pada Alexa terus menawarkan bantuan. Tapi Alexa terus menolaknya dengan mengatakan baik baik saja.

Dan akhirnya….

Bruk!!!

Lexa dikalahkan dengan rasa sakitnya. Dia terjatuh ke tanah dengan rasa sakit yang menjadi jadi.

“naiklah” ucap Erick yang sudah berlutut memunggungimu.

“tidak, aku masih sanggup berjalan sendiri”

“kau boleh membohongi semua orang di dunia ini, tapi kau tak bisa membohongiku. Aku tau kakimu sangat sakit dank au sudah tak mampu berjalan lagi saat ini, itu sebabnya kau terjatuh.jangan paksakan dirimu Alexa. Sekarang naiklah”

Seusai mengucapkan itu, Erick langsung melingkarkan tangan Lexa ke lehernya dan berdiri. Lexa sempat memberontak. Akhirnya diam saat Erick bilang dia akan melaporkannya pad aka Daffa, kakak sepupumu yang overprotektif.

Selama perjalanan, taka da satupun yang membuka suara. Erick fokus pada langkahnya. Sedangkan Lexa sibuk menutupi wajahnya yang dilihat banyak orang. Lexa mendongakan kepalaya saat sadar langkah Erick tak beres. Lexa menatap sisi jalan yang sedang kau lewati, dalam beberapa saat Lexa sadar bahwa jalan ini bukan jalan menuju rumahnya ataupun rumah Erick. Lexa langsung memukul kepala Erick.

“Woyy… kenapa aku di pukul?”

“kau mau membawaku kemana hah? Bodoh!”

“aku akan menculikmu hehe”

Alexa menatap Erick dengan tatapan tak percaya, mana ada penculik mengatakan rencana nya pada korbannya? Aneh…….

“jangan main main, aku ingin pulang” berontak Lexa.

“aku tak main main!”

“aihhh… kenapa kau jadi menyebalkan seperti ini?”

“kau sendiri bagaimana?”

Sontak Lexa terdiam setelah mendengar ucapan Erick. Lexa menautkan kedua alismu, tak mengerti dengan maksud pertanyaannya barusan.

“tak sadarkah kau juga tadi menyebalkan? Sejaklk pagi kau selalu saja mengabaikanku, tak mau berbicara padaku dan selalu bersikap sinis. Padahal aku sudah bersikap baik. Aku bahkan sampai rela menemanimu saat kau dihukum tadi” Alexa terdiam

“aku tak tega melihatmu dihukum sendirian, jadi aku berbohong pada pak Devano dengan tak mengerjakan tugas darinya. Kupikir dengan begitu kau akan membagi masalahmu denganku, tapi ternyata tidak. Kau tetap diam dan mengabaikanku. Lalu aku sadar kau berskap seperti ini karena ulahku. Benarkah?”

“Benar! Dan itu karena-“ “karena aku tak datang ke acara ulang tahunmu.”

Alexa terdiam saat mendengar ucapan Erick yang memotong ucapannya dengan cepat.

“apa kau piker hanya itu? Kau juga berbohong padaku!”

Erick memperlambat langkahnya dan menoleh kebelakang dengan tatapan yang bingung.

“bohong? Aku bohong apa?”

“jangan berpikit aku tak tau. Aku tau kau tak datang karena kau bermain PS bersama Ano yakan? Kau bilang kau akan datang? Tapi mana? Apakah itu tak berbohong?”

Kali ini langkah Erick terdiam. Dia menurunkan Alexa yang sedang menunggu jawaban pasti darinya.

“apalagi yang mau kau lakukan?”

Erick tak menjawab. Dia sibuk dengan tangan yang sedang membuka dasinya. Alexa hanya diam memandangnya dengan tatapan heran. Begitu lepas, Erick langsung menyodorkan dasinya pada Alexa.

“tutup matamu dengan ini. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu.”

“kau benar benar ingin menculikku?”

“sudah kubilang aku tak main main”

Alexa memutar matanya jengah. Detik selanjut nya Erick menutup mata Alexa dengan dasinya. Setelah itu dia langsung menggendongku dan berjalan kembali.

Setelah lima belas menit berjalan, Erick menurunkanmu di sebuah tempat aneh yang menyejukan.

“apa aku sudah boleh membukanya” Tanya Alexa

“belum. Kau boleh membukanya saat aku bilang buka”

Alexa menganggukan kepalanya pasrah. Dia hanya diam menikmati hembusan angin yang menerpanya. Beberapa menit kemudian Erick berteriak dari kejauhan “SEKARANG BUKALAH!”

Alexa membuka ikatan pada dasi yang menutup matanya. Butuh sebelas detik untuk bisa bertoleransi dengan cahaya. Begitu pandangan nya benar benar jelas. Alexa membeku melihat pemandangan yang ada di hadapan nya.

Mata Alexa berbinar begitu melihat sebuah rumah pohon yang selama ini diinginkannya benar benar muncul di hadapannya. Rumah pohon itu terlihat sangat kokoh berada di pohon besar itu. Pohon itu di hiasi dengan ratusan lampu gantung berbentuk burung origami warna warni yang menyala di kegelapan.

Setelah cukup lama mematung dalam kekaguman, Erick muncul dari rumah pohon tersebut. Dia menyuruh Alexa untuk naik. Tanpa piker panjang lagi, Alexa langsung naik untuk menghampiri sahabatnya itu. Dia tak peduli dengan rasa sakit di kakinya. Rasa sakit nya telah hilang dengan rasa senang yang sedang menyelimutinya saat ini.

Sepertinya kepala Erick sedang dipenuhi seribu ide kreatif yang bisa membuat Alexa terkagum kagum dengan apa yang di lihatnya. Itu terbukti ketika Lexa sampai di atas dan melihat isi dari rumah pohon tersebut.

Ratusan foto kenangan Alexa dengan Erick terlihat disana. Foto-foto itu di susun dari mereka masih kecil. Foto saat berlibur bersama, saat pertama kali masuk sekolah, saat Alexa sedang menenangkan Erick yang menangis, dan saat Erick memeluknya saat Lexa mendapatkan mainan yang di inginkannya. Foto-foto yang sangat berharga.

Ada juga puluhan dreamcatcher berbagai bentuk yang menggantung memenuhi dinding. Yang paling membuatnya kagum adalah sebuah dreamcather yang sangat besar tergantung di salah satu sisi dinding. Di tengahnya terajut nama Alexa dan Erick yang sangat indah.

“apa kau menyukainya?” Tanya Erick

“kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku menyukainya. Aku sangat menyukainya.”

“ aahhh… tunggu”

Jeongin berjalan menuju ke meja kecil yang berada di pojok rumah pohon itu. Dia mengambil sesuatu dari dalamnya. Setelah selesai dengan kegiatannya, dia membalikan tubuhnya dan berjalan menghampiri Alexa. Di tangannya terdapat sebuah redvelvet cake ukuran sedang yang di hiasi satu lilin menyala.

“selamat ulang tahun Alexa sahabatku. Semoga kau panjang umur dan sehat selalu. Tambah pinter,sayang keluarga dan yang pasti tak sinis lagi kepadaku seperti tadi. Karena kau terlihat sangat menyeramkan ketika seperti itu.”

Alexa meneteskan air mata bahagianya. Dia tak menyangka jika Erick akan memebrikan ini semua untuk nya.

“Alexa maafkan aku karena telat mengucapkannya. Maaf juga karena aku tak bisa datang ke acara ultahmu. Sebenarnya aku ingin sekali datang ke acaramu. Tapi saat itu aku belum menyelesaikan ini semua. Akhirnya aku meminta bantuan Ano dan Azril. Kami beristirahat sebentar di rumah Ano, karena membuat seribu origami berbentuk burung itu sangat lama. Belum lagi membuat dreamcatcher dan merajut namamu di sana, itu sangat menyulitkan. Aku sangat menyesal karena tak bisa membereskannya di waktu yang tepat.”

“ tidak Erick, seharusnya aku yang meminta maaf padamu karena sudah bersikap menyebalkan tadi. Maaf juga aku sudah salah paham padamu. Selain itu, terimakasih atas semua ini. Aku sangat menyukainya.”

“aku senang kau menyukainya, itu tandanya usahaku tak sia-sia.”

“benar, sama sekali tak sia-sia.”

Setelah itu mereka berdua duduk di luar rumah pohon dengan kaki yang menggantung di atas sana. Mereka menikmati redvelvet yang dibuat oleh Erick.

Yaaa…. Semua yang menjadi hadiah untuk Alexa adalah buatan Erick. Anak itu benar benar membuatnya dengan usaha dan pikiran yang luas. Dia ingin hadiahnya kali ini benar benar special dan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan untuk Alexa.

 

 

*~END~*

 

Haihai wkwk…. Maapin kalau terlalu panjang 🙁 kalo bukan termasuk cerpen 🙁

Jadi……

Pesan moral yang ada di cerita ini adalah……

Kita tidak boleh salah sangka terhadap siapa pun tanpa mengetahui kebenarannya seperti apa. Bisa jadi seseorang itu akan membuat sesuatu yang special kepadamu. Kita juga di sini bisa menghargai apa itu arti sahabat. Susah senang bersama. Jika ada masalah selesaikan dengan baik, jangan dengan kekerasan okeh?

 

Maaf kalo pesan moralnya ga nyambung :v soalnya udah mentok mau bikin cerita kaya gimana lagi :v udah kepake semua buat cerita wetpet :v

 

Karya : Tita Sriputri

Kolom Komentar Facebook
To Top