Kahiji Story

Coretan Baru Rahasia Hati

Malam bernuansa hening, berselimutkan langit yang berkelap kelip kecil, beralaskan ranjang dan gumpalan selimut yang menghangatkanku malam ini. Aku tidak sendiri karena diary selalu ada disampingku, ya mencurahkan isi hati melalui diary membuatku lebih menyenangkan. Tentu saja diary tidak seperti orang orang yang terkadang hanya sekedar ingin tahu tidak dengan mengerti perasaan.

Semua berawal dari ketidaksengajaan, yang tanpa sengaja aku menjatuhkan hati kepada seorang yang tidak aku kenal. Aku tidak berfikir  untuk mempunyai rasa kepadanya, namun allah berkehendak lain.

Malam kembali pagi, waktu sekolah kembali tiba. Hari ini aku tidak sarapan karena bangunku terlalu siang.

Tidak sengaja aku bertemu dengannya disebuah tempat kecil, seperti biasanya lagak cuek yang selalu keluar dalam dirinya, namun saling bertatapan tak sengaja, sungguh, aku tersipu malu. Akhirnya aku kembali melanjutkan perjalanan ketujuanku.
Hari demi hari, semakin sering pertemuan tak sengaja dengannya, membuatku seperti magnet yang menarik perasaanku untuk jatuh ke perasaannya
“jangankan cinta, nanya aja belum pernah” ucapku dalam hati”.

Tepatnya hari senin, ketika waktu istirahat tiba aku pergi keruang guru karena ada hal penting pribadi yang harus aku ceritakan ke kepala sekolahku, diantar oleh temanku, rifa. Dia adalah teman baru saat aku kelas sebelas, dia cantik namun sedikit keras kepala. Diperjalanan menuju ruang guru, hatiku seolah ingin muntah ingin mencurhatkan rasaku ke dia, kepada Rifa. Namun menurutku ini bukan waktu yang tepat karena dia adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan.

Tak lama kemudian ….

“Woooyyyyyyyy !!!” “teriak seorang temanku”
“Iya” (jawabku dengan nada sedikit syok)
“Pulang sekolah nanti ada latihan ekstra, hari ini kamu harus hadir karena minggu kemarin, izin” “Katanya”
“Oh, siap Insyaallah” jawabku (dengan nada sedikit nyaring senang karena aku harap kembali bertemu dia)”

Ting,tong,teng,tooongggg ….!! suara bel pulang berbunyi aku keluar kelas dengan menggendong tas dan duduk beralaskan lantai putih untuk memakai sepatu.
Waktu latihanpun tiba. Aku adalah sekretaris dalam sebuah ekstra itu, tapi entah kenapa rasaku menjadi down, tak karuan, ingin pulang namun malas, seolah angin berhembus masuk kedalam tubuh,ingin marah namun tak jelas !

Beberapa jam kemudian, latihanpun usai dan aku kembali pulang, ternyata anganku hanya angin saja, dia tak menampakkan diri. Jam shalat pun tiba, seperti biasa aku selalu berdoa dan memohon kepadaNya sambil menyebut namanya.

Dreed dreed dreed ….. getaran handphoneku menandakan ada pesan whatsApp, gemetar tubuhku. Kaget, bingung sedikit bahagia semua berpadu, tak nyangka dia mengirimkan pesan kepadaku, oh tuhan apakah kau telah menjawab doaku? (bisikku dalam hati) seraya bersyukur dan ya sudahlah jangan terlalu kepedean mungkin saja ada hal penting yang harus dia ceritakan.
“Assalamualaikum” (kali pertama pesan dari dia)
“Waalaikumsalam” (jawabku dengan fikiran masih bingung campur bahagia)
“Ini benar Risna?”
“Iya,ada apa ya?”
“Engga, cuma mau nanya kabar doang,pengen kenalan boleh?”
“Hmmmmm boleh !” ( Dengan rasa kepedean dan berbisik dalam hatiku,ternyata dia selama ini memperhatikanku juga ya )” 🙂

(Sedikit isi pesan WhatsAppku dengannya)

Chattingan berlanjut setiap hari dengan ucapan assalamualaikum yang tak pernah dia lupa di setiap awal percakapan. Akhirnya akupun tahu, sifat dan lagak dia, ya dia pria humoris dan romantis tapi sedikit egois.

Meskipun aku belum tahu, dia punya pelangi atau tidak, chat panjang, ucapan selamat pagi, kenyamanan yang aku rasakan, kepedulian seolah dia menyukaiku,seraya doa yang selalu dia katakan di awal aktivitasku,yang meyakinkanku dia masih sendiri.
Tak terasa, jam merah jambu di tangan kiriku menunjukan waktu mimpi, 23.15 adalah waktu yang ditunjukannya.
Huuaaaammmmmmmmm ….!!! suara rincikan hujan,yang membangunkanku pagi ini, saatnya mengambil air wudhu untuk melaksanakan kwajibanku dan memulai aktivitas baru hari ini.

Sembari menunggu waktu sekolah, handphone adalah teman terbaik, dengan sebiasanya aku selalu chat sama dia sambil menggeser geser history whatsApp. Tak sengaja aku membuka history dia yang sedikit aneh. Hatiku hancur,hatiku pedih dengan derasan airmata bersujud kehadapan illahi, rasa sakit yang dialamiku,lengkap sudah ! foto cewe berkerudung cantik berpagar gigi, ya itu isi historynya. Aku hanya diam membisu dan teriak kecil dalam hati,aku benci hari itu! aku benci pertemuan itu! Aku bodoh!

“ya muqolibal qulub tsabit qolbi alaa dinii” wahai dzat yang maha membolak balikan hati teguhkan aku dalam agamamu, hilangkan cinta ini jika memang bukan untuknya,namun pertahankan cinta ini jika memang dia orangnya.” ( sahut hatiku dalam rintihan do’a, pagi itu)

Harapanku menjadi penutup malam ini,harapanku itu akan menjadi pembuka pagiku esok. Coretan baru rahasia hatiku, coretan baru dengan tinta yang lebih indah dalam rahasia hatiku,ku harap dapat menyembuhkan lukaku.

 

Karya : Reni Kusmiati

Kolom Komentar Facebook
To Top