Kahiji Story

Cinta Si Pendiam Dalam Do’a

Cerita ini berawal dari sebuah kantor ada dua Geng, Geng yang pertama ini muncul dari sebuah kampus yang bernama UIN dan yang satu Geng lagi Dari pihak Hijau yaitu kampus STAI, Geng UIN ini ada seorang gadis yang sangat luar biasa dia bernama Ayu, kenapa dia luar biasa, karena dia bisa membuat Seorang cowok pendiam nya luar biasa luluh hatinya, dia bisa membuat cowok itu bisa berubah…. Cowok itu sebut aja Nur…

Kedua Geng ini ceritanya pada serempak menjalankan suatu tugas dari kampusnya masing-masing untuk di tugaskan di kantor tersebut….

Karena hari pertama, mereka tidak saling kenal lalu berjalan lah waktu bergantian dengan dentingan detik, yang pada akhirnya mereka saling kenal, dan bahkan mereka saling shering tentang mereka satu sama lain, ketewa bareng…

Apalagi pada saat tukang tahu datang “ Kembang tahunya mbak …Kembang tahunya” mereka tertawa bersama-sama karena lucu dengan nada dan cara berjalan penjual tersebut…hahaha

Dari situ lah mereka saling akrab tapi sayang sebagian besar aja anak cowoknya dari Geng Stai yang akrab dengan Geng UIN karena semua Geng UIN itu cewek semua, lagian mereka Anak UIN itu juga enak kalau di ajak bercanda… dari situ lah mereka merasakan kenyamanan bercanda sama Geng UIN….

Tapi ada diantara cowok Geng STAI itu pendiamnya luar biasa, dia tak banyak bicara, jarang tertawa, bahkan mungkin bisa di hitung kalau dia tertawa, kalau tertawa pun dia hanya tersenyum. Cupu bangeeeettt kaaannnn….

Mereka biasanya mangggilnya ustad karena suatu hal…. Kita sebut aja namanya Nur yaaaa…

Hari terus berganti…

Pagi itu pukul 9 pagi Nur sedang mengetik tugas yang di berikan untuknya lumayan banyak sih, banyak angka duitnya tapi sayang bukan duit beneran, hanya sebuah ketikan,hehehe

Pada saat itu Nur sedang mengetik, lalu datang lah seorang gadis yang ingin membantunya… ia adalah Ayu…Ayu pun berkata kepada kepada Nur “Bang Ayu boleh bantu” (sambil mendekati Nur dan duduk di samping Nur)

Lalu Nur pun berkata “ Boleh, ini toloong dektekan Angka-angkanya”(sambil memberikan kertas).

Mulai lah pengetikan itu, angka berganti angka,  canda dan tawa tercipta diantara mereka berdua, karena Ayu pandai membuat orang lain untuk tertawa… sampai pengetikan itu berakhir tanpa terasa Azan dzuhur berkumandang “Allahuuakbar Allahuakkbar” Muadzin melantunkan suaranya yang sangat indah dari kantor sebelah…. Pengetikan pun terhenti… dan mereka pun pergi sholat ke masjid….

Sepulang dari masjid mereka pun makan siang bareng-bareng, sebagian besar mereka memesan nasi pakai mamang grab dan berbeda dengan Nur yang selalu membawa bekal dari rumah karena dia hanya bisa membeli minyak untuk motornya….

Berlalu lah hari, keesokan harinya, kini hari yang ceraah, di saat tugas-tugas jarang, menggobrol lah dua Insan ciptaan Tuhan ini di suatu tempat, padahal tempat itu di ruangan itu lah, mereka mengobrol dan menceritakan saling bergantian tentang mereka masing-masing tanpa tersadar ada getar-getar rasa yang mulai tumbuh di hati Nur….Awasss tuuuu deg degan….. hehehe

Karena Geng UIN ini di kantor itu sebentar lagi selesai tugasnya di kantor itu, di hati Nur pun gelisah dan bercampur aduk seperti gado-gado…hahaha…

Ada rasa ingin mengungkapkan tapi Karena rasa gerogi dan kurang PD ungkapan itupun tak terungkapkan pada perpisahan mereka di kantor….

Hari berganti, Nur pun bertekat untuk mencari mencari rumah Ayu, maksudnya untuk mengungkapkan rasa yang  selama ini di pendam oleh Nur, berbagai cara telah dilakukannya, Nur bertanya ke kawan STAI nya dan kawannya di Geng UIN pun tak ada yang tau rumah Ayu itu di mana….timbullah keraguan di hati Nur, “Apakah rasa ini tak perlu di ungkapkan”(pertanyaan Nur dalam hati)… tapi Nur tak juga berhenti dia mulai main ke kampus UIN dimana tempat Ayu ngampus, Nur menemani kawannya yang punya pacar Anak UIN kebetulan juga kawan Ayu, Tapi sungguh di sayangkan Ayu nya tidak ada di kampus, Ayu nya masih dirumah….. gagal deh mengobati rasa kangen Nur…kasiann…

Tapi perjuangan itu tak berhenti sampai situ aja…. Keesokan harinya sambil dia chat Ayu walaupun tak ada respon dari chat an nya…. Nur juga chat kawan-kawannya Ayu, sampai di tunjukkan Jadwal kuliah mereka… dapatlah jadwal mereka ngampus, sore-sore hari pas jadwal kuliah mereka kawan Nur pun mengajak untuk ke UIN, tapi di pertengahan jalan hampir saja sampai, cewek nya kawan Nur memberitahukan kalau mereka sudah pada pulang….

Berbagai perjuangan di lakukannya… hingga suatu malam datang, ketika Nur lagi ngumpul-ngumpul main Gaplek bareng-bareng di kos an kawannya, Nur chat lah Ayu, dan pada saat itu di balas, terasa senang lah dalam hatinya bahwa chat annya di balas, sampai-sampai memakai hospot kawan karena kehabisan paket… gembira yang tiada terkira dari hati Nur… karena dorongan kawannya untuk di ungkapkan, tiba saatnya Nur mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan rasanya kepada Ayu lewat sebuah telpon Wa, di situ Ayu mengetahui kalau Nur itu ada rasa sama Ayu, tapi sayang … Ayu masih ada perasaan sama orang lain, jadi dia tak bisa menerima Rasanya Nur ke  Ayu, berbagai kata Ayu ucapkan agar Nur gak sakit hati atau bahkan kecewa dengan semua itu…..

Sampai sini lah perjuangan cinta Nur kepada seorang gadis yang luar biasa, dalam waktu yang terbilang sangat singkat membuat seorang cowok yang pendiamnya luar biasa, bisa membuatnya ada rasa yang tak terduga timbulnya dan karena alasan apa tiba-tiba rasa itu muncul padahal selama ini banyak sekali di kelilingi cewek telah bertahun-tahun baru kali ini rasa itu ada kembali…. Setelah sekian tahun dia tak pernah mengalami rasa itu, rasa itu pun datang dan pada Akhirnya begitulah jawaban dari cewek tersebut….

Akhirnya hanya Nur yang merasakan sendiri perasaan itu. Tapi Nur yakin masih ada Allah dalam hatinya yang tak pernah ninggalin dirinya yang selalu memberikan cintanya kepada Nur, dan saat itu pun Nur tersadar bahwa masih banyak yang sayang sama Nur, cinta dan sayang itu masih ada dari Allah, Rasulullah, Orang tua, Keluarga serta kawan-kawan Nur, yang seelalu mendukung Nur…. Di saat itu lah Nur tak patah semangat, karena seeorang, ia tersadar Hidup ini harus tetap berlanjut, tak mungkin sampai sini saja, dia bertekad untuk menggapai semua cita-citanya untuk dirinya dan orang-orang di sekitarnya….

Kalau soal dia ataupun siapapun yang akan kelak menjadi pendamping Nur, pasti semua itu sudah di atur oleh Allah, atau mungkin Nur menemukannya setelah  Nur tak bisa lagi bergerak, terbaring kaku… di saat itu lah semoga Tuhan memberikan Cinta dan Sayangnya kepada Nur.

”Terkadang dalam cinta memang selalu bisa membawa kebahagian, dan dengan cinta jua lah hidup setiap insan menjadi menjadi lebih berwarna – warni!! bahkan jika sudah ada rasa cinta yang tulus dalam hati lautanpun sanggup disebrangi, itu lah cintaaa!!!!!. Namun bagi si pendiam!!, kebahagian bukan harus dengan memiliki, bukan harus dengan selalu bersamanya, melihatnya tersenyum dan tertawa saja itu sebuah kebahagian yang tak ternilai harganya, bahkan itulah sebuah kebahagian yang nyata.. !!!!! Begitulah “Cinta Si Pendiam Dalam Do’a “.

Sekian dulu sobat – sobat cerita ku dalam kesempatan ini. Semoga kalian benar – benar mendapatkan kebahagian yang sesungguhnya!!!!!!!!

 

Karya : Manaf Al Faruq

 

 

Kolom Komentar Facebook
To Top