Kahiji Story

Bahagiamu Bahagiaku

Alunan indah piano milik yiruma membangunkanku, aku matikan alarm itu dan melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 04.45

Aku bergegas bangkit dari tempat tidur dan membereskan selimutku yang bermotif polkadot hitam putih. Setelah semuanya rapi, aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selang 10 menit, aku keluar dari kamar mandi dan segera memakai seragam dan menunaikan shalat subuh.

Aku keluar kamarku lalu menuju ke meja makan, di sana sudah ada papaku dan ibuku yang sedang sibuk dengan urusan di dapur. Aku punya seorang adik laki-laki bernama Azmi. Jam segini adikku masih belum bangun, maka  dari itu papa memintaku untuk membangunkannya.

“Dek bangun dek! Sudah jam 5 lebih” titahku sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya agar cepat bangun. Dengan mata yang masih berat untuk dibuka adikku menuju ke kamar mandi. Setelah itu aku kembali ke meja makan untuk sarapan. Saat makan suasana hening, semua menikmati makanan buatan mama. Selesai makan kami mengobrol sebentar sebelum berangkat sekolah.

“Pa, Ma, mungkin hari ini aku pulang telat karena setelah pulang sekolah aku aka nada jadwal latihan band”

“Baiklah, kalau sudah pulang telepon papa saja”

“ok Pa”

Setelah membereskan piring kotor, aku bersiap-siap untuk berangkat sekolah. SMA tempatku sekolah bias terbilang jauh, kurang lebih 20 km yang harus aku tempuh dari rumahku sampai sekolah kira-kira 45 menit dengan angkutan umum. Aku berpamitan kepada mamah dan segera diantar papa menggunakan motor.

Sesampainya di sekolah aku bertemu risa

“Pagi risa! Sapaku

“Pagi juga kesya!

Kami mengobrol hingga sampai di kelas kamu duduk bersama dari bangku nomor 2 dari depan. Saat sedang mengobrol dengan risa ada seorang cowo kelas kami, dia adalah bryan. Cowo yang disukai risa.

“Pagi bidadari-bidadari kelas! “Sapanya padaku dan Risa.

“Pagi juga Bryan!” jawab risa dengan semuanya.

“Kes, ini aku ada cewe cantik banget tau” ucapnya sambil mamatikan ponsel hitamnya.

“mana coba” tanyaku.

Setelah itu dia memberikan ponselnya kepadaku dan menghidupkannya ke wajahku. Aku kaget ternyata ponselnya menampilkan fitur kamera, otomatis wajahku tertampung di ponselnya dan terpoto.

Dia tertawa terbahak-bahak melihat wajahku dengan ekspresi terkejut. Risa duduk di sebelahku hanya tertawa tetapi hanya sebentar.

“Bryan, awas ya kamu!” hardikku kepada bryan.

Bryan kabur dari kelas, karena takut amukanku.  Aku dengan perasaan yang masih kesal mencoba menstabilkan nafasku dan berusaha tenang.

Kring… kring….

Bel istirahat pun berbunyi, aku dan risa segera menuju kantin mengisi perut, saat keluar kelas, aku berpapasan dengan bryan, kami sudah baikan sebelum dan akupun memaafkannya.

Baru saja aku dan risa berjalan lima langkah bryan memanggilku.

“kes, titip air mineral dinginnya? Nantiaku ganti”

“iya” jawabku.

Saat di kantin, kami memilih duduk di teras kantin, kami memesan dua es the dan dua soto ayam.

“bryan lucunya? Udah ganteng, baik, pintar, meskipun jarinya kadang-kadang keterlaluan sih”.

“terserah kamu lah ris, aku masih bete dengannya gara-gara tadi pagi”.

Risa kemabli bercerita soal perasaanya ke bryan. Dia memang menyukai bryan dari kelas 10

Saat aku dan risa sudah merasa kenyang, kami membayar makan dan minum. Kami kembali ke kelas dan tak lupa aku membelikan pesanan bryan.

Sekitar jam 4 sore, aku bersama teman-teman bandku termasuk bryan, sudah berada di studio guna latihan band. Band kami di bentuk saat kami kelas 10. Pada saat itu bryan mengajakku bergabung suaraku bagus dan mutu.

Setiap latihan aku mengajak risa, meskipun risa bukan anggota bandku tetapi dia sahabatku. Rumahku dan risa memang berdekatan dan kami juga berasal dari SMP yang sama, maka dari itu aku akrab sekali dengannya dan kami telah menjalin persahabatan sejak kelas 7 hingga sekarang.

Setelah latihan selesai, kami beristirahat untuk membeli minuman untukku dan tema-temanku dari supermarket yang dekat dengan studio. Bryan menawarkan diri untuk menemaniku, katanya ada sesuatu yang ingin dibelinya juga.

“eh. Kesya udah jalan ke supermarket ya? Tanya risa kepada rivan teman bandku.

“iya, tadi ditemani bryan, kenapa memangnya?

“aku ingin belie s krim”.

Rivan memberi ide agar menelponku tapi ternyata aku tidak membawa ponselku. Risa menyusul aku dan bryan ke supermarket.

Aneh, satu kata itu menggambarkan pikiranku tentang bryan, dia bilang ingin menyampaikan sesuatu padaku dan saat ini wajahnya menggambarkan bahwa ia sedang gagap dan kebingungan. Tidak biasanya ia seperti ini.

Setela beberapa menit,bryan mengungkapakan perasaanya kepadaku yang membuatku terkejut setengah mati,aku hanya terdiam dan melongo tak percaya yang telah aku dengar.Bryan menyukaiku sedangkan sahabatku menyukainya

“aku harus apa”tanyaku dalam hati setelah itu aku mendengar suara tabrakan dari sebrang supermarket.Aku langsung berlari ke sana,entah kenapa pikiranku sekarang adalah risa.Dan benar saja,ternyata risa yang di tabrak.

Menurut orang orang di sekitar yang melihat kejadian itu,risa di tabrak oleh motor dan sekarang pengendara itu kabur,”apakah risa tadi mendengar percakapan ku dan bryan di depan supermarket?” Tanya ku dalam hati

Ternyata bryan mengejarku dan sekarang ada di belakangku berusaha menangkan ku,dia menggendong risa yang tubuhnya penuh luka ke depan supermarket.Dalam hati aku berdoa semoga sahabatku ini baik baik saja

Selang 10 menit,ambulance pun datang dan membawa risa ke sumah sakit.Bryan mengabari teman teman yang masih di studio untuk mengabari orang tua risa

Sesampainya di rumah sakit,risa di bawa ke UGD guna mendapatkan pertolongan.aku masih menangis,Bryan menenangkan ku dengan kata kata yang mengatakan bahwa risa akan baik baik saja

Selang 30 menit lamanya aku dan bryan menunggu pintu UGD terbuka tepat saat dengan kedatangan orangtua risa.Risa di bawa ke ruang ICU kata dokter risa mengalami benturan yang terlalu keras di bagian kepalanya sehingga menyebabkan ada pembuluh darah di otaknya pecah

Sudah seminggu risa berbaring lemah di ruang ICU.setiap hari setelah pulang sekolah aku rutin menjenguknya.Berharap ada mukjizat dari Allah SWT,soal perasaan bryan aku belum bias menjawabnya

Pada hari ke-8 sejak risa di rawat,tiba tiba saja om andra meneleponku untuk ke rumah sakit sekarang.Aku memutuskan untuk izin kepada guru BK untuk ke rumah saki.

Saat di rumah sakit,aku langsung kekamar risa.Disana sudah ad om andra ayah risa dan tante bunga ibu risa ,mereka tampak berkaca kaca,raut wajah nya pun tampak amat sedih,kata om andra.risa tadi mencariku katanya ada hal yang ingin di sampaikan,maka dari itu,om andra menelponku

“Ris,aku ada disini ada apa?” Tanya ku

“kesya…….eh ada bryan juga”

“Iya kes, kalau bryan menyukaimu, aku ikhlas, aku juga ingin berpamitan kepada kalian.

“Aku sudah tak kuat Kes menahan rasa sakit ini”

Mendengar perkataan risa tangisku semakin pecah, dan aku terkejut kalau risa ternyata sudah mengetahui tentang perasaan bryan terhadapku. Bryan pun sama terkejutnya denganku, ia terkejut bahwa sahabat dari orang yang dicintainya mencintai.

“kamu tidak boleh bicara seperti itu Ris! Aku dan bryan tidak ada hubungan apa-apa, aku dan bryan hanya teman” jelasku.

“Semoga kalian bahagia. Aku tau bryan sangat menyayangimu. Sikapnya kepadamu sudah menjelaskan semuanya tapi bodohnya aku malah tetap menyukainya, yang penting sekarang, bahagiamu bahagiaku juga”.

“Ris, cukup ris!”

“selamat tinggal !” itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan risa. Aku menangis dan memeluk risa. Aku tak akan melupakan kenangankudengan risa, senang maupun duka risa selalu menemaniku. Risa adalah sahabat terbaikku.

 

Karya : Regina Namila

Kolom Komentar Facebook
To Top