artikel

Bagaimana Cara Membangun Tim Kerja yang Kompak?

Foto : beecloud

Kahijinews.com – Setiap perusahaan tentu mempunyai target kerja yang ingin dicapai. Untuk mencapainya, perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan kinerja yang sesuai kriterianya. Tidak hanya dengan cara kerja individu saja, namun terbentuknya suatu tim kerja sangat dibutuhkan untuk memajukan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Keberadaan kerja secara tim ini sangat mutlak, dimana setiap pekerjaan harus diselesaikan dengan tepat waktu dengan proses bekerja yang tidak bisa dilakukan sendiri. Meskipun praktiknya dikerjakan sendirian, namun hasil dari pekerjaan masing-masing individu ini bisa menghasilkan output bagi tim maupun perusahaan.

Membangun sebuah tim tidak lah mudah, karena setiap karyawan yang terlibat tim tentu membutuhkan suatu kecocokan untuk mencapai kekompakan. Kira-kira bagaimana ya Kahiji People cara membangun tim kerja supaya kompak ? Yuk kita simak bersama cara-caranya :

1. Saling Percaya dan Bertanggung Jawab

Saling mempercayai menjadi kunci utama dalam membangun suatu tim. Saat setiap anggota sudah saling percaya, maka diantara mereka juga saling percaya memberikan tanggung jawab dengan mengerjakan tugasnya masing-masing. Jika masing-masing tugasnya mampu diselesaikan dengan baik, hal ini membuat tim menjadi lebih kompak dan menambah kepercayaan dalam satu tim.

 

2. Satu Visi dan Misi

Setiap tim terbentuk dari setiap anggota yang memiliki sifat yang berbeda. Oleh karena itu, terbentuknya tim harus memiliki visi dan misi yang sama. Tim pun harus menjalankan kesepakatan yang sudah ditentukan bersama agar menjaga kekompakan tim.

 

3. Kegiatan Bonding

Kegiatan ini biasanya dilakukan di luar jam kerja. Contohnya melakukan outbond ataupun rekreasi bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat anggota tim bisa saling memahami dan menghargai satu sama lain. Rasa toleransi dan empati ini mampu membangun suatu tim lebih kompak.

 

4. Profesionalitas

Profesionalitas menjadi syarat mutlak untuk kinerja individu maupun kinerja tim. Setiap anggota harus mengutamakan pekerjaannya dan mengesampingkan masalah pribadinya, sehingga pekerjaannya secara objektif mampu dilakukan dengan baik dan sesuai standar.

 

5. Evaluasi

Setelah menyelasaikan pekerjaan proyek secara tim, dibutuhkan sebuah evaluasi mengenai proses dan hasil pengerjaan proyek tersebut. Tujuannya untuk mengetahui hal yang sudah dikerjakan dengan baik dan bisa ditingkatan, serta hal apa saja yang masih menjadi kekurangan dan bisa diperbaiki oleh setiap anggota tim. Kegiatan evaluasi ini menjadi hal yang penting karena setiap anggota tim bisa mengetahui hasil kerja yang dilakukan terhadap target perusahaan.

(Rr)

Kolom Komentar Facebook
To Top