kahijinews

Aksi Demo Buruh Serentak Dilakukan di 10 Daerah

Foto : KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG

Jakarta, kahijinews.com – Seperti yang disebut Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), aksi demo buruh pada hari Rabu (2/10) digelar secara serentak di 10 daerah. Bukan hanya menyeruakan penolakan terhadap revisi UU Ketenagakerjaan, namun aksi ini juga untuk menentang revisi UU KPK.

Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S Cahyono menjelaskan bahwa ada sekitar 30.000 buruh dari Jabodetabek. Karena dilakukan secara serentak, aksi ini dilakukan di 10 provinsi yaitu Jawa Barat di Gedung Sate, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara.

Sedangkan untuk di Jakarta. Diperkirakan ada 30 ribu orang yang ikut serta unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (2/10).

Aksi unjuk rasa serentak ini akan menyuarakan tiga tuntutan yang serupa diantara lain menolak revisi UU Ketenagakerjaan, menolak penaikan dan BPJS Kesehatan dan menagih janji Presiden Jokowi mengenai merevisi Perppu tentang Pengupahan.

“Kami menolak revisi UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, kemudian menagih janji Presiden Jokowi untuk merevisi PP Nomor 78 Tahun 2014 tentang Pengupahan,” tegas Kahar, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Kahar juga mengatakan akan ada tuntutan lain dari para buruh yaitu menolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), beberapa RUU bermasalah lainnya, menolak kriminalitas aktivis, dan yang terakhir penyelesaian permasalhan Papua.

Kahar juga memastikan aksi unjuk rasa ini akan dilakukan secara damai, dia juga meminta agar kepolisian melakukan penanganan sesuai prosedur. Bahkan Kahar meyakinkan jika penyampaian pendapat secara terbuka bermaksud murni untuk menyuarakan kepentingan buruh.

Pihak kepolisian memperkiraka massa aksi unjuk rasa di depan DPR akan mencapai 1.500 orang sehingga polisi menyiagakan 6.000 pasukan untuk menjaga di Gedung DPR/MPR. Bukan hanya di Gedung DPR/MPR, polisi juga menjaga disekitar Istana Negara, pusat-pusat perekonomian, objek vital nasional dan juga sejumlah jalur lalu lintas utama.

(Adr)

Kolom Komentar Facebook
To Top