kahijinews

Penjelasan PVMBG Terkait Bau Belerang Gunung Tangkuban Parahu Tercium Hingga Kota Cimahi

Foto : republika.com/Fauzi Ridwan

Cimahi, kahijinews.com – Kepala Pelaksana Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBP) Kota Cimahi, Nanang mengatakan sudah menerima laporan dari warga mengenai bau belerang Gunung Tangkuban Parahu.

Bau gas tersebut pertama kali tercium hingga kota Cimahi pada Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18.00 WIB. Bahkan Nanang mengaku mencium juga bau belerang yang menyengat di Cipageran.

Setelah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bau belerang tersebut diberitahukan berasal dari Kawah Gunung Tangkuban Parahu. Jarak Gunung Tangkuban Parahu dan Kota Cimahi sekitar 20 kilometer.

Menurut laporan, angin memang bertiup ke arah Selatan. Nanang mencium bau belerang selama 15 menit. Namun ia juga meminta agar warga tidak panik dan tetap tenang.

Hingga saat ini pun status Gunung Tangkuban Parahu Level II (waspada), namun hingga kini belum ada erupsi berlebihan yang terjadi. Bau belerang ini pun tercium hingga Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Seorang warga bernama Dede Juarsih (45), warga Tani Mulya mengaku mencium bau belerang ini hingga pukul 20.00 WIB. Ia juga mengatakan tetangga disekitar rumahnya berhamburan keluar rumah untuk mencari tahu sumber bau belerang tersebut.

Namun saat dikonfirmasi kembali pada Kamis (12/9/2019), bau belerang sudah tidak tercium lagi.

Kasbani selaku Kepala PVMBG mengatakan, saat mendapatkan informasi mengenai bau belerang tercium hingga ke Cimahi dan sekitarnya, pihaknya langsung melakukan pengecekan dengan mengukur kandungan gas Gunung Tangkuban Parahu.

“Hasil pengukuran menunjukkan belum adanya indikasi peningkatan konsentrasi gas CO2, SO2 yang signifikan. Hasil pengamatan di bibir Kawah Ratu pada tanggal 11 September 2019 pukul 21.30 WIB, dapat teramati asap dengan konsentrasi sedang hingga tebal setinggi sekitar 180 m di atas permukaan kawah,” ucap Kasbani melalui pernyataan resminya.

Menurut hasil analisis data pemantauan, tercium gas pada jarak yang relatif jauh dari kawah dikarenakan hembusan angin kencang yang dominan kea rah Selatan – Barat Daya, yaitu ke arah Cimahi dan sebagian wilayah Kabupaten Bandung Barat.

PVMBG menghimbau agar masyarakat yang berada di luar radius 1,5 km agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Namun warga juga dihimbau agar terus mengikuti perkembangan gunungapi dari PVMBG dan Pemerintah Daerah atau BPBD setempat.

(Adr)

Kolom Komentar Facebook
To Top