artikel

Waspada! Tekanan Darah Usia 30-an Dapat Pengaruhi Kesehatan Otak

Foto: hellosehat.com

Kahijinews.com – Kahiji People, apakah kalian termasuk yang sering memperhatikan kondisi tekanan darah? Kalau tidak, mungkin ini saatnya untuk kalian mengecek kondisi tekanan darah kalian masing-masing. Apalagi yang sudah mencapai usia 30-an atau lebih. Hal tersebut penting dan sangat diperlukan karena untuk mengetahui kondisi tubuh secara umum. Namun, tahukah Kahiji People bahwa tekanan darah dapat mempengaruhi kesehatan otak?

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan oleh Lancet Neurology, tekanan darah yang tinggi (hipertensi) pada awal pertengahan hidup (early midlife) hingga selanjutnya, berpegaruh terhadap terjadinya kerusakan pembuluh darah dan penyusutan otak dikemudian hari. Mengapa demikian, ya?

Para ahli berpendapat, tekanan darah di masa kritis yaitu pada usia 30-an hingga 40-an dapat ‘mempercepat kerusakan’ otak. Hal itu dibuktikan lewat sebuat studi yang melibatkan sekelompok orang dengan usia 36-43 tahun. Tercatat bahwa tingginya tekanan darah pada usia tersebut ada kaitannya dengan volume otak yang lebih kecil di kemudian hari.

Tak hanya itu, hipertensi pada usia 43 hingga 53 juga berhubungan dengan terjadinya lebih banyak tanda-tanda kerusakan pembuluh darah atau ‘stroke mini’ saat seseorang itu mencapat usia 70 tahunan.

Direktur Alzheimer’s Research UK Dr. Carol Rourledge berpendapat, tekanan darah adalah hal yang dapat dengan mudah kita awasi dan atur. “Penelitian menunjukan bahwa pengobatan terhadap tekanan darah tinggi yang lebih agresif pada awal masa kehidupan, dapat meningkatkan kesehatan otak di generasi yang lebih tua saat ini,” ujarnya seperti dikutip dari kumparan.

Maka dari itu, sangat penting untuk memperhatikan kondisi tekanan darah agar dapat mengetahui sedari awal jika ada keluhan dan dapat segera diobati dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat. Salam sehat, Kahiji People!

(Adp)

Kolom Komentar Facebook
To Top