artikel

Salah Posisi Pakai Gadget Bisa Sebabkan Neuropati, Apa Itu?

Foto: Cermati.com/Istimewa

Bandung – Selain jadi alat komunikasi, gadget atau gawai juga dapat membantu menyelesaikan pekerjaan atau jadi hiburan bagi penggunanya. Karena itu, gawai telah menjadi hal penting yang tak luput dari genggaman. Tapi, ternyata menggunakan gawai dalam posisi yang salah dapat menyebabkan Neuropati. Apa itu?

Neuropati adalah istilah umum yang digunakan dalam kondisi-kondisi yang berkaitan dengan kelainan pada fungsi saraf. Saraf-saraf yang ada di seluruh tubuh dapat mengalami gangguan akibat penyakit tertentu maupun cedera. Termasuk memakai gawai dengan posisi yang salah pun dapat sebabkan Neuropati. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

“Pada tangan kita ada dua saraf yang rentan terhadap itu. Saraf medianus, saraf utaris/unaris. Dengan posisi yang salah dia tertekuk dan terus menerus akhirnya cedera. Karena salah posisi,” ujar dr Manfaluthfy, SpS dikutip dari detikHealth.

Hal tersebut bisa terjadi jika melakukan aktivitas terlalu lama dan melakukan gerakan sama pada gawai berulang-ulang. Akibatnya dapat berupa kesemutan, kebas, nyeri, serta kelemahan pada pergelangan dan telapak tangan. Jika gejala itu berlangsung dalam waktu yang lama dapat berisiko menyebabkan gangguan saraf yang lebih berat, seperti kelumpuhan.

Untuk mengatasinya, disarankan selalu memperhatikan posisi saat memegang gawai. Terutama bagi pengguna yang sering memakainya untuk bekerja.

Selama ini kita terkadang salah kaprah. Ternyata cara menggunakan gawai bukan badan kita yang membungkuk mendekatinya, tetapi gawai yang dipegang yang mendekati muka. Ini dilakukan agar tangan tidak salah posisi dan badan tidak membungkuk.

Sebaiknya setelah penggunaan selama 5 menit istirahat sebentar, jangan terus menerus. Dianjurkan juga untuk melakukan peregangan selama beberapa menit setiap 1 atau 2 jam sekali supaya saraf tidak mengalami kekakuan.

Neuropati juga dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup, seperti olahraga teratur, mengonsumsi gizi seimbang, istirahat yang cukup untuk regenerasi sel saraf dan konsumsi vitamin neuropatik.

(Adp)   

Kolom Komentar Facebook
To Top