artikel

Bakteri Wolbachia Pada Serangga Terbukti Ampuh Turunkan Kasus DBD

Foto : Hello Sehat

Bandung, kahijinews.com – Demam berdarah dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan global dengan estimasi kasus sekitar 390 juta setiap tahunnya menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. DBD umumnya menyerang anak yang berusia kurang dari 15 tahun namun dapat juga menyerang pada orang-orang dewasa.

Sejak pertama kali penyakit DBD ditemukan di Indonesia yaitu pada tahun 1968 jumlah kasus orang yang terkena DBD terus meningkat bahkan cenderung fluktuaktif. WHO menempatkan Indonesia sebagai negara kedua dengan kasus DBD terbesar antara 30 negara endemis.

Peneliti World Mosquito Program (WWP), Adi Utarini mengatakan, bakteri Wolbachia merupakan bakteri yang terdapat pada serangga yang dinilai ampuh melumpuhkan virus dengue sekaligus menekan angka penularan. Adi juga mengatakan 60 persen bakteri Wolbachia terdapat di serangga ngengat, lalat, capung dan kupu-kupu.

Wolbachia berperan untuk melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti sehingga virus dengue tidak akan menginfeksi tubuh manusia. Hal ini bisa terjadi karena perkawinan yang terjadi antar nyamuk Aedes Aegypti dengan Wolbachia dengan nyamuk sejenis tanpa bakteri yang sama.

Penelitian mengenai efektivitas Wolbachia telah dilakukan sejak tahun 2011. Penelitian dilakukan melalui fase persiapan dan pelepasan Aedes Aegypti dengan Wolbachia dalam skala terbatas pada tahun 2011-2015.

Fase pelepasan nyamuk berskala luas dilakukan untuk mengukur dampaknya yang dilakukan di Kota Yogyakarta, DIY. Menurut hasil penelitian, kasus DBD mengalami penurunan hingga 75 persen.

Penurunan angka kasus dengan menggunakan bakteri Wolbachia merupakan inovasi pengendalian vektor yang dibutuhkan untuk saat ini.

(Adr)

Kolom Komentar Facebook
To Top