kahijinews

PVMBG Terus Pantau Perkembangan Gunung Tangkuban Parahu

Foto : Yudha Maulana/detik.com

Jakarta – Tahun 2013 menjadi tahun terakhir Gunung Tangkuban Parahu erupsi. Jumat (26/7) sore Gunung Tangkuban Parahu kembali erupsi. Erupsi Gunung Tangkuban Parahu membuat keresahan masyarakat dan menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Dilansir dari detikINET, Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani menyampaikan bahwa lamanya gunung ‘tertidur’ tidak sama.

“Gunung punya karakter masing-masing seperti orang kan, begitu lahir, dewasa, lahir, tua, mati, ada yang pemarah, ada yang biasa biasa saja, jadi gitu,” ucap Kasbani.

Hingga saat ini pemantauan terhadap Gunung Tangkuban Parahu terus dilakukan.

“Pergerakan magma kita pantau, jika ada magma yang keluar dengan jumlah besar, dan dierupsikan dalam jumlah besar, itu bisa terjadi letusan juga. Tapi yang tadi kan tidak. Kita pantau sih, kalau dari indikasi belum akan menunjukkan erupsi yang besar, mudah-mudahan tidak akan berlanjut,” jelasnya.

Kasbani juga menuturkan erupsi Gunung Tangkuban Parahu yang terjadi sore ini berbeda dengan erupsi yang terjadi di Gunung Merapi. Erupsi yang terjadi di Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedus gembel.

Sedangkan erupsi Gunung Tangkuban Parahu diketahui letusan freatik. Letusan freatik merupakan erupsi yang disebabkan karena adanya kontak air dengan magma. Erupsi freatik sebagian besar terdiri dari gas atau uap air. Letusan freatik juga biasanya bersifat sesaat.

Oleh karena itu, hingga kini para peniliti pun selalu melakukan pengawasan mengenai pergerakan magma pada gunung-gunung yang aktif untuk mendeteksi jika ada indikasi gunung mulai aktif. tidak terkecuali pemantau pada Gunung Tangkuban Parahu pun terus dilakukan.

(Adr)

Kolom Komentar Facebook
To Top