artikel

WOW!!! LUAR BIASA, Pendaki Cilik Ini Taklukkan 9 Puncak Gunung di Indonesia

by: @devaniasyahla

Kegiatan mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas ekstrim yang membutuhkan kekuatan fisik serta mental yang besar. Kegiatan ini lazimnya dilakukan oleh orang dewasa yang kuat untuk mendaki dengan ketinggian bervariasi dan track yang berat. Namun hal itu tak lantas menyurutkan semangat seorang gadis cilik asal kota Cimahi, Davina Syahla Almira. Gadis kecil yang saat ini duduk dikelas dua sekolah dasar (SD), sudah memulai kegiatan mendaki gunung diusia yang sangat muda yaitu saat ia berusia lima tahun.

Gunung pertama yang didaki Chacha, begitulah biasanya ia dipanggil adalah gunung Ciremai yang termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53′ 30″ LS dan 108° 24′ 00″ BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.

Ia mendaki gunung ini saat usianya masih lima tahun. Didampingi ibu dan ayahnya yang kebetulan memiliki hobi yang sama. Luar biasanya, Chacha mampu menyelesaikan pendakiannya hingga puncak Ciremai.

Bagi seorang anak berusia lima tahun, tentunya ini prestasi yang terbilang menakjubkan. Bisa menaklukan salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat, dengan ketinggian yang luar biasa, track yang berat dan cuaca yang tidak menentu. Menurut keterangan ibunya, saat mendaki pun chacha sangat bersemangat bahkan ia tidak ingin ada yang mendahuluinya.

“Tidak mudah memang untuk mendampingi anak yang masih kecil. Awalnya saya merasa cemas  karena kondisi cuaca gunung yang tidak bisa ditebak. Tapi untungnya, tracknya kami sudah tahu sebelumnya. Saya memang sudah berniat mengajak Chacha muncak, tapi nanti saat ia berusia delapan tahun, tapi gimana lagi anaknya mau dan keukeuh.”tutur Nuni Fitria ibunda Chacha.

Chacha memang terlahir dari ayah yang hobi mendaki gunung, dan hobi itu ternyata ditularkan kepada istrinya hingga saat ini menular pada diri Chacha. Ia tumbuh layaknya gadis kecil pada umumnya yang lucu dan pintar. Namun yang membedakannya dibanding gadis kecil seusianya adalah semangat serta kemampuannya untuk fokus menjalani hobi mendaki gunungnya.

Hingga saat ini ia telah menaklukan beberpa gunung di Indonesia, diantaranya Gunung Ciremai dua kali, Gunung Cikurai, Gunung Guntur, Gunung Merapi, Gunung Lawu, Gunung Gede, Gunung Putri di Lembang, Gunung Rinjani, Gunung Puntang, dan Gunung Papandayan.

Dibalik sisi kuatnya, Chacha sama seperti anak kecil lain, tidak setiap pendakian berjalan lancer. Chacha pun kadang mengeluh kan rasa lelahnya, namun ia tak lantas berlarut dalam kelelahan itu, semangat dan tekadnya selalu mendorongnya untuk terus maju dan menyelesaikan pendakiannya. Ia malah seakan candu untuk terus bisa mendaki.

Saat ini anak dari pasangan Nuni Fitria Nurhasanah dan Asep Rustana ini pun sedang merencanakan untuk kembali mendaki. Dan target yang ingin ditaklukannya adalah Gunung Kerinci. Menurut keterangan ibundanya, Chacha memang sedang getol-getolnya merayu orang tuanya untuk menaklukan salah satu gunung di pulau Sumatera itu. Namun karena terkendala beberapa hal, mereka merencanakan dulu untuk mendaki ke Gunung Bromo hari Kamis ini.

Banyak hal yang perlu dipersiapkan saat mendaki gunung dari mulai persiapan fisik serta barang-barang tertentu, apalagi mendaki bersama anak seusia Chacha. Selain perlengkapan pendakian, biasanya anak kecil memiliki kebiasaan tertentu untuk membawa barang kesukaan atau cemilan favorit.

Menurut ibunya, Chacha suka sekali dengan cemilan rumput laut, dan itu wajib dibawa saat mendaki. Bukan hanya itu, untuk makanan berat mereka harus selalu menyediakan bekal nasi untuk Chacha, sedangkan untuk persiapan fisik, menurut Nuni tidak ada persiapan atau latihan khusus, biasanya mereka hanya melakukan jogging rutin saja.

 

Atas keberanian dan hobi nya ini, banyak yang mengapresiasi Chacha hingga beberapa kali ia pernah diundang di media swasta nasional. Menurut Nuni, kegiatan yang dilakukan anaknya itu tidak menggganggu sekolahnya, karena pendakian biasanya dilakukan di saat akhir pekan. Hanya saja, memang perlu memperhatikan kondisi fisiknya juga agar setalah melakukan aktivitas pendakian, Chacha bisa melanjutkan aktivitas rutinnya, seperti bersekolah, belajar atau main bersama teman-teman seusianya dengan sehat dan tidak perlu bolos sekolah karena sakit.

Selain itu, orang tua Chacha memang sangat mensupport hobinya tersebut, mereka berharap Chacha bisa mewujudkan cita-citanya dan menjalankan hobi nya tersebut hingga dewasa kelak, menjadi seorang pendaki yang tangguh namun tetap bersahaja dan mencintai alamnya, serta membanggakan orang tua dan negaranya.  

Peran orang tua memang lah besar untuk pembentukan karakter anak, karena mereka cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Menjejak hobi orang tuanya Chacha pun menjadi seorang pendaki cilik yang semangat dan tekadnya bisa memotivasi banyak anak-anak dan orang tua yang ingin anaknya seperti Chacha.

Orang tuanya pun tidak pernah memaksanya untuk melakukan hal yang sama dengan mereka, keinginan itu timbul dari diri Chacha sendiri. Seiring menjalankan hobi, orang tua ternyata bisa memberikan pendidikan positif pada anak dan mengarahkan mereka pada apa yang mereka suka tanpa harus memaksakan kehendak.

Jadi buat Kahiji People, mulailah melangkah. Cintai hobimu, raih cita-citamu dan buat orang lain bangga. Karena setiap jejak langkah yang kamu lakukan seiring dengan niat dan tekad yang kuat, tidak ada yang tidak mungkin. Karena seribu langkah diawali dengan satu langkah.

 

Linda S/ Qadhapi

Kolom Komentar Facebook
To Top