artikel

Waspada Bencana, Lakukan Hal Ini Untuk Antisipasi

Fenomena alam yang terjadi akhir-akhir ini membuat kekhawatiran masyarakat. Seiring terjadinya bencana, khususnya pada akhir tahun 2018 dengan bencana tsunami di Palu dan Selat Sunda, serta Tanah Longsor di Cisolok Sukabumi hingga awal 2019 ini, dahsyatnya angin putting beliung memporak-porandakan beberapa daerah di Jawa Barat. Akibat bencana ini banyak korban dan kerugian yang ditimbulkan baik materil maupun non materil.

Pemerintah pun berusaha untuk meminimalisasi dampak bencana tersebut. Institusi di bawah pemerintahan seperti BNPB, BMKG, BASARNAS dan lainnya dibuat sibuk saat ini. Lembaga pemerintah seperti TNI dan Polri juga menjadi bagian dari tim evakuasi yang dikirim untuk mengatasi dampak bencana yang terjadi.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman situs BNPB pada tahun 2018 mulai dari bulan Januari hingga Desember tercatat ada 2572 kejadian Bencana, yang diantaranya adalah bencana Banjir, puting beliung, tanah longsor, letusan gunung berapi, tsunami dan gempa bumi. Yang mengakibatkan sebanyak 4814 korban Jiwa meninggal dan hilang, 320.165 rumah rusak, 10.239.533 Jiwa mengungsi dan terdampak. Begitu juga diawal tahun 2019 ini, Kahiji People tentunya mendengar dan menyaksikan beberapa kejadian bencana alam terjadi menimpa beberapa daerah di tanah air.

Data tersebut menunjukan betapa banyaknya bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Masyarakat dihimbau waspada dan tanggap terhadap fenomena bencana tersebut. Oleh karena itu, penting adanya pendidikan bencana bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Potensi bencana di Indonesia memang sangat besar, selain berada di tiga lempeng besar dunia, Indonesia pun dikelilingi oleh banyak gunung berapi, sehingga menjadikan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang rawan terhadap bencana. Oleh karenya perlu adanya pendidikan dan wawasan bencana alam sejak dini bagi masyarakat.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi dan antisipasi terhadap sebuah kejadian bencana alam, diantaranya adalah :

  1. Selalu pantau situs resmi BMKG atau situs institusi pemerintah yang menjadi sumber informasi tentang fenomena-fenomena alam.
  2. Tanggap dan memahami bentuk peringatan-peringatan tentang akan terjadinya bencana yang telah disediakan pemerintah sebagai langkah antisipasi bagi daerah-daerah tertentu yang rawan terdampak bencana
  3. Tidak mengabaikan himbauan yang telah disampaikan oleh lembaga bencana
  4. Bagi yang hendak melakukan perjalanan atau menghabiskan waktu ditempat-tempat yang terindikasi rawan bencana, perhatikan kondisi cuaca dan persiapkan perlengkapan yang mudah dibawa dan biasa kita pakai. Namun perlengkapan tersebut dapat dimanfaatkan saat bencana alam terjadi. Seperti senter, pisau kecil, alat-alat p3k dan lainnya.
  5. Mempelajari beberapa hal tentang cara mengevakuasi diri saat terjadi bencana alam. Seperti mencari tempat aman saat bencana alam terjadi. Setiap bencana alam yang berbeda akan berbeda pula cara dan tempat perlindungannya.
  6. Lakukan evakuasi sebelum bencana terjadi, bila memungkinkan.
  7. Siapkan satu tas dan selalu tempatkan di dekat anda. Dimana tas tersebut berisi barang-barang yang penting seperti surat-surat berharga seperti kartu identitas, akte kelahiran, paspor, kartu keluarga, ijazah dan dokumen penting lainnya. Tidak lupa juga telepon genggam, senter atau barang-barang lain yang sekiranya dirasa sangat penting untuk diselamatkan. Sehingga saat terjadi bencana setidaknya dokumen penting tidak ikut hilang dan rusak. Namun harus diperhatikan tas tidak boleh terlalu besar dan berat. Hal itu untuk memudahkan kita untuk membawanya.
  8. Dan tidak kalah penting adalah Kahiji People dituntut untuk menjaga lingkungan dan alam

Beberapa hal diatas perlu diperhatikan, karena kejadian bencana alam sulit sekali diprediksi, dan perlu kesadaran masyarakat untuk tanggap terhadap fenomena alam yang terjadi meskipun pemerintah telah membuat langkah-langkah antisipasi terhadap kejadian bencana alam. Karena peran aktif masyarakat yang akan membuat perubahan terhadap sebuah peristiwa.

Linda S/ Qadhapi

Kolom Komentar Facebook
To Top