kahijisport

Turun Di Jalan Cepat 50 Km, Hendro Yap Optimistis

Atlet jalan cepat asal Jawa Barat, Hendro Yap akan tampil untuk pertama kalinya di ajang Asian Games 2018 pada 30 Agustus 2018 mendatang dengan tekad membawa kebanggaan bagi Merah Putih.

Pada multi event bergengsi se-Asia kali ini Hendro akan turun pada nomor jalan cepat 50 kilometer. Selain pertama kalinya memperkuat Indonesia untuk ajang Asian Games, nomor yang diikuti juga terbilang baru bagi peraih hatrik medali emas di SEA Games 2013, 2015 dan 2017 tersebut.

“Untuk asian Games 2018 ini untuk pertama kali saya akan turun di nomor jalan cepat 50 km. Ini baru buat saya karena sebelumnya saya turun di 20 km. Tapi ini jadi tantangan baru juga. Saya harus tetap optimis untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata atlet kelahiran Medan, 24 Oktober 1990 itu.

Hendro mengaku, jika persiapan untuk tampil di Asian Games 2018 ini memang masih sangat kurang. Meski begitu, Hendro tak tinggal diam. Selama persiapan ia terus menggenjot pencapaian waktu terbaiknya.

“Persiapan saya rasa masih sangat kurang yah. Apalagi kita baru lima bulan mulai in dalam program latihan spesifik. Tapi itu bukan halangan, bagaimana pun juga saya harus tetap kejar waktu terbaik saya. Meskipun berat,”ujarnya.

Meski tidak dibebankan target oleh pengurus pusat Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), namun Hendro memiliki target pribadi dari sisi waktu. Pada SEA Games 2017 untuk nomor jalan cepat 20 km, Hendro sendiri sukses mematahkan rekor dengan catatan waktu 1 jam, 32 menit, 11.32 detik. Yang bertahan selama 20 tahun oleh atlet Malaysia, Harbans Singh Narinde yang menorehkan catatan 1 jam 33 menit 47 detik pada SEA Games 1997.

“Dari PASI tidak dibebankan target. Tapi untuk target pribadi saya hanya dari waktu bisa sampai 4 jam, 5 menit. Kalau dari pertimbangan hasil latihan sih semoga bisa dapat medali. Dan pesaing terberat menurut saya dari seluruh peserta yang ada di list yaitu Jepang, China, Korea Selatan dan India,” tegasnya.

Lalu kebiasaan apa yang sering dilakukan Hendro sebelum bertandig? Ia pun sedikit berbagi. Menjelang pertandingan, ia memiliki treatment khusus yaitu melakukan meditasi. Dan sebelum turun ke lintasan, Hendro mengaku suka mendengarkan musik.

“Biasanya saya menenangkan diri dengan menonton atau meditas. Kemudian sebelum turun lomba dengerin musik heroik atau pemicu adrenaline,” tutupnya. Sumber: Kominfo KONI Jabar Foto: Kompas

 

Kolom Komentar Facebook
To Top